Berita

← Kembali

BUKBER AKBAR 2018 Pesantren Yatim Al-Hilal Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

2018-06-05 17:18:30 - Admin - Berita

MULIAKAN RAMADHAN DENGAN MENYANTUNI ANAK YATIM

1. Keutamaan Menyatuni Anak Yatim

Anak yatim adalah anak yang sudah tidak memiliki ayah (karena wafat), yang menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik secara lahir maupun bathin. Anak yang secara psikologis dipaksa untuk bisa bertahan dalam menghadapi kehidupan, dan ia tidak mampu karena lemah serta belum siap baik secara fisik ataupun mental. Mereka adalah manusia-manusia yang membutuhkan orang lain, membutuhkan kasih sayang, pembinaan, bimbingan, perhatian, uluran tangan, perlindungan seperti yang didapatkan oleh anak-anak seusia mereka dari ayahnya. Mereka butuh penganti ayahnya yang sudah tiada.

Apabila anak yatim menangis maka terguncanglah 'arsy Allah Ta’alaa karenanya, sehingga Allah Ta’alaa menyeru kepada malaikatnya "Apa yang menyebabkan anak itu menangis setelah ayahnya dikuburkan ?", para malaikat berkata "Wahai Rabb, Engkau lebih Tahu apa yang terjadi", maka Allah Ta’alaa berfirman kepada para malaikat : "Wahai malaikat-Ku, saksikanlah bahwa barang siapa yang bisa menghentikan tangisan dan menyayangi mereka, maka Aku akan menyayangi (ridha) padanya di hari kiamat" (Tafsir Al Qurthuby 2/3338)

Rasulullah saw juga bersabda "Aku akan bersama orang-orang yang menyantuni anak yatim, di Surga akan seperti ini (beliau mengisyaratkan dengan telunjuk dan jari tengah serta menggandengkannya)"(HR. Bukhari).

Kebutuhan kita akan karunia Allah Ta’alaa lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan anak yatim terhadap sedekah atau kebaikan kita kepadanya. Mungkin apa yang kita berikan tidak sebanding dengan yang kita akan dapatkan. Dengan demikian kita akan lebih membutuhkan anak yatim dari pada kebutuhan anak yatim terhadap kita.

2. Para Salafus Shalih Menyantuni Anak Yatim

Mengusap kepala anak yatim memiliki dua makna, yang pertama secara hakiki yaitu makna yang sebenarnya, dan yang kedua secara maknawi, artinya menyatuni, menjamin, memberikan perlindungan dan mem-perlakukannya seperti anak sendiri. Imam Qatadah menyatakan, "Jadilah orang tua yang penyayang bagi anak yatim". Keadaan Ibnu Umar ra, apabila melihat anak yatim beliau mengusap kepalanya dan memberikan sesuatu kepadanya. Dan Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abdullah tidak pernah makan suatu makanan kecuali di sekitar meja makanannya ada anak yatim. (Shahih Adabul Mufrad / 136).

Menyayangi mereka seperti anak sendiri, karena itulah kebutuhan mereka yang sesungguhnya, sesorang harus berpikir bagaimana kalau seandainya ia meninggal, bagaimana anak-anak yang ditinggalkannya, anak-anak (yatim) itu adalah anak mereka ?. Tentu ia berkeinginan ada orang yang bisa menggantikan fungsi sebagai orang tua untuk anak-anak yang ditinggalkannya.

Menyayangi atau menyantuni anak yatim bukan berarti harus selalu dielus-elus atau selalu memanjakannya dan memenuhi segala keinginannya, akan tetapi memperlakukannya dengan adil ketika melakukan kesalahan sebagaimana memperlakukan anak sendiri. Ibnu Sirrin pernah ditanya tentang anak yatim, maka beliau berkata "Perlakukanlah dia seperti engkau memperlakukan anakmu, pukulah dia seperti engkau memukul anakmu". Pukulan yang diperkenankan adalah pukulan yang bersifat mendidik atau memberikan pendidikan, bukan pukulan yang membabi buta.

>> Ramadhan Bulan Sedekah

Ramadhan adalah bulan kebaikan, bulan beramal sholeh, bulan sedekah dan semua amal-amal kebaikan lainya. Bulan dilipat gandakan pahala, termasuk di antaranya pahala sedekah, maka Rasulullah saw bersabda "Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan". (H.R. Tirmidzi).

Sedekah adalah amalan utama yang pahalanya akan dilipat gandakan Allah Ta’alaa sampai dengan tujuh ratus kali lipat, dan lebih utama serta lebih dilipat gandakan lagi pahalanya apabila sedekah tersebut diberikan pada bulan Ramadhan, karena mulianya bulan tersebut.

Kalau konteksnya sedekah dengan anak yatim, adalah sebagaimana yang dilakukan oleh para salafus salih sebagaimana tergambar diatas, menjadi orang tua asuh bagi mereka dengan memberikan jaminan kehidupan mereka, baik secara fisik, mental dan spiritual. Sedekah untuk memenuhi kebutuhan fisiknya yaitu memberinya makan, sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ali bin Abi Thalaib ra. Sedekah untuk memenuhi mentalnya yaitu menyayangi mereka sebagaimana menyayangi dan memperlakukan anak kita sendiri. Sedekah untuk memenuhi spiritualnya yaitu membina dan mendidik mereka dengan aqidah, ibadah dan akhlak yang baik.

Memberi makan kepada orang yang sedang lapar adalah perbuatan yang utama, sebagaimana sabda Rasulullah saw : "Mukmin yang mana saja yang memberi makan kepada mukmin yang lainnya yang sedang lapar maka Allah SWT akan memberinya makanan berupa buah-buah dari surga ..." (HR. Tirmidzi / Hasan).

Sedekah akan efektif ketika dikeluarkan pada waktu dan sasaran yang tepat, sedekah yang bisa meraih banyak keutamaan dan pahala, sedekah yang diberikan pada bulan mulia (Ramadhan), sedekah yang dikeluarkan untuk menghilangkan rasa lapar dan haus dari orang-orang mukmin yang shaum, sedekah yang bisa mengenyangkan dan menyenangkan anak-anak yatim.

Tetapi semuanya itu berpulang kepada kita, bagian mana dari sedekah kepada anak yatim tersebut yang bisa kita ambil, apakah untuk memenuhi kebutuhan fisiknya, atau mentalnya atau spiritualnya ?

 

 
Tags : pesantren yatim al hilal,yayasn al hilal,pengasuh anak yatim,buka bersama,sedekah bulan ramadhan,keutamaan bulan ramadhan,panti asuhan bandung
Layanan Aqiqah
Cara Donasi