Artikel

← Kembali

Kewajiban Orang Tua Dalam Mendidik Anak Sesuai Dengan Ajaran Islam

2019-02-01 16:02:22 - Zulfikar - Artikel

Anak adalah anugerah dan amanah dari Allah Swt yang harus di pertanggung-jawabkan oleh setiap orang tua dalam berbagai aspek kehidupannya. Diantaranya bertanggung jawab dalam pendidikan, kesehatan, kasih sayang, perlindungan yang baik, dan berbagai aspek lainnya.

Kewajiban orang tua terhadap anaknya bukan hanya mencarikan nafkah dan memberinya pakaian, atau kesenangan-kesenangan yang sifatnya duniawi, tetapi lebih dari itu orang tua harus mengarahkan anak-anaknya untuk mengerti kebenaran, mendidik akhlaqnya, memberinya contoh yang baik-baik serta mendoakannya.

Allah SWT Berfirman:

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim : 6)

Dan Rasulullah SAW Bersabda:

Artinya: "Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu sekalian adalah pemimpin danakan ditanya tentang kepemimpinannya." (HR Bukhari juz 1, hal. 215)

Pendidikan anak dalam pandangan Islam harus berlandaskan kepada petunjuk yang bersumber dari Allah dan Rasul-Nya yang termanivestasi dalam Al Quran dan Hadits. Di dalam Al-Qur’an dan Hadits dibahas pendidikan anak secara komprehensif, bukan saja membahas tentang kewajiban anak kepada orang tua, akan tetapi dibahas juga kewajiban orang tua kepada anak nya.

Berikut ini adalah bagaimana Islam atau Al-Quran memandang seorang anak, yang harus kita para orang tua ketahui dalam mendidik anak.

Pandangan Islam terhadap Kedudukan Anak

1. Anak adalah Amanah Bagi Orangtua

Anak merupakan anugerah Allah Swt dan perhiasan hidup. Oleh sebab itu, secara naluri setiap manusia mendambakan kehadiran seorang anak, dan merasa belum sempurna hidupnya jika belum memiliki anak.

Allah SWT Berfirman:

Artinya: "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. Al Anfaal : 28)

Dari ayat diatas, sudah selayaknya kita menyadari bahwa sejatinya anak-anak bukanlah milik kita, mereka adalah amanah (cobaan) dari Allah kepada kita. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mendidik anak sesuai dengan ketentuan yang telah Allah tetapkan.

2. Anak Sebagai Generasi Penerus

Anak adalah harapan di masa depan, merekalah kelak yang akan menjadi pengaman dan pelopor masa depan agama dan bangsa. Jadi wajib bagi kita mendidik mereka untuk menjadi generasi tangguh di masa depan. Lebih jauh, Allah memerintahkan kita sebagai orang tua untuk menjauhkan mreeka dari api neraka kelak. Oleh karena itu, wajib bagi kita mendidik mereka dengan sepenuh jiwa raga agar terbentuk sebuah generasi penerus yang tangguh di masa yang akan datang.

3. Anak Adalah Tabungan Amal Kita di Akhirat

Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa yang akan menyelamatkan kita di yaumil akhir kelak adalah amalan kita selama di dunia. Selain amalan kita di dunia, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh merupakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari penghitungan kelak. Jadi, mendidik anak sesuai perintah Allah tetaplah merupakan keuntungan bagi diri kita juga pada akhirnya.

4. Anak adalah Penghiburan dan Perhiasan Dunia Bagi Orang Tua

Anak adalah perhiasan bagi orang tua. Di satu sisi, ia akan menjadi penghibur di kala lelah dan kesusahan melanda, namun di satu sisi, ia juga dapat menggelincirkan dari jalan Allah.

Allah SWT Berfirman:

Artinya: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (Al-Kahf : 46)

 

Berdasarkan penjelasan al-Qur’an tentang kedudukan anak, setidaknya terdapat 3 kewajiban orang tua dalam mendidik anak, yaitu:

Kewajiban Orangtua Dalam Mendidik Anak

1. Memberikan Dasar Hubungan Harmonis Dengan Allah SWT (Habbuminnallah)

Sebagai orang tua yang baik kita berkewajiban untuk mengenalkan anak–anak kita kepada Sang Maha Pencipta Allah SWT dan kenapa kita semua wajib patuh pada perintah dan larangan-Nya. Ketaatan tersebut bukan saja karena Allah adalah sebagai Rabb (pencipta), dan pemilik kita, akan tetapi karena melalui taat kepada-Nya, maka hidup kita akan menjadi lebih terarah dan berkah.

Dengan mengenalkan anak kepada Sang Maha Pencipta Allah SWT, ajarkan anak agar tidak menganggap Allah SWT sebagai sebagai “hakim” atau “pengawas”, namun sebagai zat yang memang kita butuhkan keberadaanNya. Hal inilah yang harus kita jadikan landasan utama dalam mendidik anak sekaligus merancang pola asuh yang tepat baginya.

Salah satu cara untuk memberikan dasar habbuminnallah adalah dengan mengajarkan shalat kepada anak semenjak kecil. Dan kemudian mulai memberikan pengertian mengapa kita harus shalat, apa manfaat shalat dan seterusnya.

2. Memberikan Dasar Hubungan yang Harmonis Dengan Orang-orang di Sekelilingnya

Manusia adalah mahluk sosial yang  tidak dapat hidup sendirian namun membutuhkan kehadiran dan peran orang lain dalam kehidupannya. Oleh karena itu, Islam memiliki pandangan bahwa hubungan antar manusia (hablumminanas), sama pentingnya dengan hubungan manusia dengan penciptanya (hablumminnallah). Bahkan dalam salah satu doanya, Nabi Ibrahim a.s. berkata: “… agar mereka dicintai orang-orang…”. Jadi, orang tua selain wajib mengajarkan tata hubungan dengan Allah, juga harus mengajarkan tata cara pergaulan yang baik dengan sesama manusia yang dilandasi dengan rasa saling hormat-menghormati, serta mampu bersikap tenggang rasa.

3. Memberikan Dasar yang Kuat Guna Menghadapi Tantangan Jaman

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa suatu saat nanti akan terjadi dimana umat Islam menang dalam kuantitas namun minim dalam kualitas, seperti buih di lautan, banyak namun tak berarti. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua dan menjadi pertimbangan ketika merancang pendidikan dasar bagi anak–anak kita.

Contohnya adalah bagaimana agar anak tumbuh menjadi seseorang yang kuat imannya, sopan santun kepada sesama, cerdas dan luas ilmunya. Ilmu adalah bekal agar anak mampu bertahan serta selalu memiliki solusi dari setiap masalah yang ia hadapi.

Para orangtua mari kita koreksi apakah kita sudah melaksanakan kewajiban mendidik anak dengan baik atau tidak ? Jika sudah, apakah cara kita dalam mendidik anak sudah sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya ? Apabila memang masih ada kekurangan, mari bersama kita sempurnakan, jika masih ada yang keluar dari ketentuan allah SWT, mari kita perbaiki. Namun apabila telah benar dan sesuai dengan perintah Allah, mari kita bermunajat kepada Allah semoga kita semua selalu diberikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan dan juga keistiqomahan dalam perjuangan mendidik seorang anak.

 

Semoga artikel mengenai "Kewajiban Orang Tua Dalam Mendidik Anak Sesuai Dengan Ajaran Islam" ini bermanfaat bagi para orang tua. Anak merupakan anugerah terindah dari Allah SWT, namun juga sekaligus sebagai amanah (titipan) yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, setiap orang tua wajib mendidik anak–anak nya.

Bapak / Ibu ayo kita bantu anak-anak yatim mendapatkan pendidikan yang baik, mewujudkan cita-citanya dan menjadi manusia yang Bergenerasi qur'ani yang berakhlaqul karimah, cerdas, terampil, mandiri, dan berjiwa interpreneursip.

"Untuk beramal tidak harus menunggu kaya. Bila mampu menyumbang dengan tenaga lakukan dengan tenaga walau hanya sesaat. Bila mampu menyumbang uang dengan uang seribu, lakukan tanpa harus menunggu punya uang sepuluh ribu. Beramallah semampunya dan istiqomah. In sya Allah amal itu bisa menjadi besar."

Dengan pedoman di atas, sejak tahun 2004 kami merintis berdirinya Pesantren Yatim Al Hilal. Pesantren yatim ini didirikan di satu desa yang jauh dari kota yaitu di desa Rancapanggung Cililin Kab. Bandung Barat. Sekitar dua jam perjalanan dari kota Bandung atau satu jam dari pintu tol padalarang.

Sumbangkan Bantuan Anda ke:

Nomor Rekening Yayasan Al Hilal

  • Rekening Mandiri 1320012549953 an. Yayasan Al Hilal
  • Rekening BRI 040701000328307 an. Yayasan Al Hilal

Melalui Kantor Pondok Yatim Al Hilal

  • Pondok 1,  Selatan Pasar Rancapanggung Cililin Bandung Barat
  • Pondok 2, Jl. Kebon Kalapa No. 24 Rt. 04 Rw. 14 Cipadung Cibiru – Bandung 40614
  • Pondok 3, Jl. Gegerkalong Hilir No.155A, Telp : 022 –2005079

Jemput Donasi

Untuk mengkonfirmasi Donasi yang sudah di transfer dapat dilakukan dengan cara :

  • Sms Konfirmasi : ketik Nama Donatur/jumlah dana/No. Rekening Yayasan Al Hilal/tanggal donasi , contoh: (Yusuf/1000000/132 00125 49953/ 07 Apr 2013). Kirim ke 081222202751
  • Email : (lampirkan bukti setoran bank di attachment email) ke pengasuhanakyatim@gmail.com
  • Website : www.pesantrenalhilal.com
  • Telpon : +62 22 2005079
 
Tags : PANTI ASUHAN BANDUNG,ANAK YATIM BANDUNG,PESANTREN ALHILAL,PESANTREN YATIM ALHILAL,YAYASAN ALHILAL
Layanan Aqiqah
Cara Donasi