Alhamdulillah, rutinitas pembiasaan kebaikan terus dilaksanakan oleh santri Pesantren Al Hilal 3 Cipadung. Setiap pagi selepas Subuh, para santri mengikuti pembacaan Asmaul Husna dan tilawah Al-Qur’an sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bagian dari ikhtiar pesantren untuk membangun karakter santri sejak dini. Dengan membaca Asmaul Husna, para santri belajar untuk mengenal Allah lebih dekat melalui nama-nama-Nya yang indah, sehingga menumbuhkan rasa cinta, takut, dan harap dalam satu ikatan ibadah. Sementara itu, tilawah selepas Subuh diyakini menjadi waktu yang penuh keberkahan, karena pagi adalah awal dari aktivitas dan momentum terbaik untuk menata hati serta pikiran.

Ustadz Yedi selaku Asatidz Pesantren Al Hilal 3 Cipadung menyampaikan bahwa ia ingin para santri mengawali harinya dengan hal-hal yang positif. Menurut beliau, pembiasaan seperti ini diharapkan dapat tertanam hingga santri dewasa nanti. “Kami ingin tilawah dan Asmaul Husna bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi pembiasaan. Semoga ketika santri kembali ke masyarakat, mereka tetap menjaga Al-Qur’an dan menjadikan kebaikan sebagai gaya hidupnya,” tuturnya.
Selain memperkuat kedekatan santri dengan Al-Qur’an, banyak manfaat lain yang dapat diperoleh dari tilawah pagi. Di antaranya adalah menenangkan hati, meningkatkan fokus belajar, memperkuat hafalan, memperbaiki akhlak, hingga meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Keberkahan dari tilawah pun akan dirasakan dalam kegiatan sntri sepanjang hari.
Di akhir kegiatan, pesantren tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dermawan dan orang baik yang telah mendukung program pendidikan santri di Pesantren Al Hilal. Berkat uluran tangan dan rezeki yang disisihkan, KBM dan kegiatan belajar santri dapat berjalan dengan lancar hingga hari ini. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan keberkahan yang lebih luas, aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Penulis: Indra Rizki
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal