Pesantren Al Hilal terus menanamkan budaya cinta Al-Qur’an kepada para santrinya melalui berbagai kegiatan pembiasaan ibadah. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah tadarus Al-Qur’an ba’da Dzuhur, yang diikuti oleh seluruh santri sebagai bagian dari pembinaan agamis dan akademis.

Perlu Sahabat Al HIlal ketahui, kegiatan tadarus ini dilaksanakan setelah para santri yatim penghafal Qur’an menjalankan KBM di sekoldah dan menunaikan shalat Dzuhur berjamaah, sehigga tidak mengganggu jam pelajaran sekolah. Dengan khusyuk, para santri membaca Al-Qur’an secara bergiliran dengan bimbingan para asatidz. Suasana yang tenang dan penuh semangat menjadikan momen ini sebagai waktu terbaik bagi santri untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Pembiasaan tadarus memiliki banyak manfaat, khususnya dalam membantu santri mempertajam hafalan Al-Qur’an. Dengan membaca secara rutin, hafalan yang telah dimiliki santri menjadi lebih kuat dan terjaga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an, mulai dari makharijul huruf, tajwid, hingga kelancaran membaca. Dengan pendampingan asatidz, kesalahan bacaan dapat langsung diperbaiki sehingga santri dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar.

Ustadz Yedi selaku asatidz Pesantren Al Hilal menyampaikan bahwa pembiasaan tadarus ini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter santri yang dekat dengan Al-Qur’an. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas di pesantren, tetapi juga menjadi kebiasaan yang terus dilakukan para santri dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin para santri terbiasa membaca Al-Qur’an setiap hari. Semoga kebiasaan tadarus ini menjadi budaya yang terus mereka jaga, bahkan hingga mereka lulus dari pesantren dan kembali ke tengah masyarakat,” ujar Ustadz Yedi. Melalui kegiatan pembiasaan tadarus ba’da Dzuhur ini, Pesantren Al Hilal 2 Panyileukan berharap dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga baik dalam bacaan serta mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Penulis: Indra Rizkii
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal