Segarkan Kembali Hafalan, Tilawah Ba’da Subuh di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru

 

Suasana subuh yang tenang menyelimuti lingkungan Pesantren Al Hilal 2 Cibiru pada Sabtu, 5 April 2025. Usai melaksanakan sholat Subuh berjamaah, para santri tidak langsung beranjak dari masjid. Degan penuh khidmat mereka menjalankan tilawah Al-Qur’an ba’da Subuh.

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an kembali terdengar, mengisi ruang-ruang masjid dengan keberkahan. Setiap huruf yang dibaca juga menjadi pengingat bahwa hari yang baik diawali dengan ayat-ayat Allah, sebagai penyejuk hati sekaligus penuntun langkah mereka sebelum menjalani aktivitas.

Perlu Sahabat Al Hilal ketahui, kegiatan tilawah ba’da Subuh ini menjadi salah satu amalan rutin yang terus dijaga di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru, apalagi setelah para santri melewati masa libur Lebaran. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai titik awal untuk kembali menata ritme hafalan dan bacaan para santri agar tetap terjaga dan semakin meningkat.

Salah satu asatidz Pesantren Al Hilal 2 Cibiru Ustadz Yedi, menyampaikan bahwa tilawah di waktu Subuh memiliki peran penting, terutama setelah libur panjang. “Tilawah Subuh ini bisa kembali menajamkan hafalan dan bacaan Al-Qur’an usai libur Lebaran. Ini juga jadi momen penting untuk menguatkan kembali kedekatan santri dengan Al-Qur’an apalagi biasanya kalo libur lebaran, hafalan santri jadi agak menurun” ungkap beliau.

Tilawah Al-Qur’an setelah Subuh bagi para santri juga memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Karena di waktu pagi, khususnya setelah Subuh, merupakan waktu yang diberkahi. Pikiran merea masih jernih dan hati lebih tenang, sehingga lebih mudah untuk memahami dan meresapi ayat-ayat Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, Pesantren Al Hilal 2 Cibiru terus berkomitmen untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga semangat tilawah yang terus dijaga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an, kapan pun dan di mana pun kita berada. Karena sebaik-baik kita adalah yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an.

Penulis: Indra Rizki

 

Penulis:

author

Nafisah Samratul

Content Writter at Pesantren al-Hilal

Related Posts

×