Alhamdulillah, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru terus berjalan dengan penuh semangat. Pada Sabtu, 5 April 2025, usai melaksanakan sholat maghrib berjamaah, para santri kembali mengikuti pembelajaran dengan materi pembagian kosakata bahasa Arab.
Suasana belajar berlangsung dengan santai namun tetap serius. Di beranda masjid Pesantren Al Hilal 2 Cibiru, para santri tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan, sekaligus mencoba memahami dan menghafalkan kosakata bahasa Arab yang menjadi bekal penting dalam keigatan belajar mereka di lingkungan pesantren.

Pembelajaran bahasa Arab di Pesantren Al Hilal bukan sekadar mata pelajaran biasa, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk pemahaman keislaman para santri. Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an, sehingga dengan mempelajarinya, para santri diharapkan mampu memahami makna ayat-ayat suci secara lebih mendalam, tidak hanya sekadar membaca.
Selain itu, kemampuan berbahasa Arab juga membantu santri dalam memahami kitab-kitab klasik (kitab kuning), memperluas wawasan keislaman, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dalam lingkungan pendidikan Islam. Dengan bekal ini, para santri memiliki nilai tambah, baik dalam melanjutkan pendidikan maupun dalam menghadapi dunia yang lebih luas.

Ustadz Topan Tamala selaku asatidz Pesantren Al Hilal 2 Cibiru menyampaikan bahwa, “Bahasa Arab adalah salah satu mata pelajaran wajib di Pesantren Al Hilal. Oleh karena itu, para santri harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh agar bisa memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”
Dengan adanya pembelajaran rutin seperti ini, diharapkan para santri tidak hanya mampu menguasai kosakata, tetapi juga terbiasa menggunakan bahasa Arab sebagai bagian dari keseharian mereka. Alhamdulillah, kegiatan KBM di Pesantren Al Hilal terus berjalan dengan baik dan istiqomah. Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menuntut ilmu dan menggapai masa depan yang lebih baik dan menjadi priobadi yang berguna di masyarakat.
Penulis: Indra Rizki
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal