Semangat belajar para santri di bulan suci Ramadhan terus terlihat di lingkungan Pesantren Al Hilal 2 Cibiru. Meski menjalani ibadah puasa serta berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadhan, para santri tetap antusias mengikuti kegiatan pembelajaran, termasuk mempelajari vocabulary atau kosakata Bahasa Inggris setelah pelaksanaan shalat Tarawih.

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pendidikan agama dan akademis. USai melaksanakan shalat Tarawih berjamaah, para santri tidak langsung beristirahat. Mereka kembali berkumpul untuk menerima pembagian dan pembelajaran kosakata Bahasa Inggris yang dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa mereka.

Dengan suasana yang santai namun tetap fokus, para santri mempelajari berbagai kosakata baru yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih daya inat serta menambah wawasan santri, sehingga kemampuan bahasa asing mereka dapat terus berkembang.
salah satu Asatiz di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru, Ustadz Yedi berujar bulan Ramadhan bukanlah penghalang bagi para santri untuk tetap belajar dan mengembangkan diri. Justru di bulan yang penuh keberkahan ini, para santri diharapkan dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Ustadz Yedi pun menyampaikan, “Ramadhan bukan jadi batasan untuk tetap belajar akademis. Justru ini menjadi kesempatan untuk melatih kedisiplinan dan semangat belajar. Apalagi Bahasa Inggris jadi salah satu kemampuan penting yang sangat dibutuhkan di masa sekarang.” Melalui kegiatan pembelajaran seperti ini, Pesantren Al Hilal berupaya untuk membentuk para santri agar tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan akademis yang baik, termasuk dalam penguasaan Bahasa Inggris.
Dengan semangat belajar yang terus dijaga, diharapkan para santri dapat menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi pondasi utama dalam kehidupan mereka.
Penulis: Indra Rizki
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal