Alhamdulillah, kegiatan Muhadhoroh kembali menjadi bagian dari pembiasaan santri tingkat SMA Pesantren Al Hilal 2 Cibiru. Dalam kegiatan ini, para santri berpakaian rapi memakai kemeja, jas dan dasi secara bergiliran mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar berbicara dan menyampaikan ilmu di hadapan teman-teman mereka.
Dibimbing langsung oleh asatidz ustadz Yusuf, muhadhoroh menjadi ruang belajar bagi santri untuk berani tampil di depan orang lain. Secara bergantian, mereka mencoba menyampaikan materi atau pesan-pesan kebaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Meskipun dilakukan di hadapan teman-teman sendiri, kesempatan tersebut menjadi latihan penting untuk membangun keberanian dan mengurangi rasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang.

Bagi para santri, kemampuan berbicara tentu tidak langsung terbentuk dalam satu kali latihan. Ada proses untuk belajar menyusun materi, memilih kata yang tepat, mengatur suara, menjaga sikap ketika berbicara, hingga belajar menyampaikan pesan dengan lebih percaya diri. Kesalahan yang muncul selama latihan pun menjadi bagian dari proses untuk terus memperbaiki diri.

Lebih dari sekadar menyampaikan ilmu, Muhadhoroh menjadi bekal bagi santri untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang Insya Allah akan bermanfaat di masa depan. Ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, misalnya, mereka akan bertemu dengan berbagai situasi yang menuntut kemampuan presentasi dan diskusi. Begitu pula ketika memasuki dunia kerja, kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas dan percaya diri menjadi salah satu keterampilan yang banyak digunakan.

Karena itu, latihan sederhana yang dilakukan di lingkungan pesantren hari ini dapat menjadi bekal berharga untuk kedupan mereka di kemudian hari. Dari berbicara di hadapan teman-teman, para santri perlahan belajar untuk berani menyampaikan kebaikan kepada lingkungan yang lebih luas.
Semoga melalui kegiatan ini, para santri Pesantren Al Hilal 2 Cibiru semakin percaya diri, mampu berkomunikasi dengan baik, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan ilmu dan pesan kebaikan. Semoga setiap proses belajar yang mereka jalani menjadi bekal yang bermanfaat, baik untuk kehidupan akademik, dunia kerja, maupun ketika kelak terjun dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal