Di Pesantren Al Hilal 1 Cililin, suasana waktu istirahat sekolah tidak hanya diisi dengan kegiatan santai, tetapi juga dimanfaatkan untuk beribadah, salah satu kegiatan yang mulai rutin dilakukan oleh para santri adalah melaksanakan shalat sunnah Dhuha di sela-sela waktu istirahat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan yang ditanamkan sejak dini agar para santri terbiasa menjadikan ibadah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini secara perlahan membentuk karakter santri agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, serta mampu menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat.

Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan baik. Ketika anak-anak dibiasakan untuk melaksanakan shalat, termasuk shalat sunnah seperti Dhuha, maka hal tersebut akan melekat dalam diri mereka hingga dewasa. Ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan menjadi kebutuhan yang memberikan ketenangan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Selain memberikan ketenangan batin, shalat Dhuha juga menjadi sarana untuk memohon keberkahan rezeki dan kemudahan dalam segala urusan. Dengan membiasakan ibadah ini, para santri tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga diajarkan untuk selalu menggantungkan harapan kepada Allah SWT dalam setiap langkah yang mereka tempuh.

Salah satu asatidz Pesantren Al Hilal 1 Cililin, Ustadz Salman, menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah seperti ini merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam mendidik santri. Beliau berujar bahwa insya Allah Pesantren Al Hilal akan terus berusaha memberikan pendidikan agama yang baik sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama, agar para santri tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan sederhana seperti shalat Dhuha di waktu istirahat, Pesantren Al Hilal 1 Cililin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten. Diharapkan, kebiasaan ini akan menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menjalani kehidupan, sehingga mereka senantiasa dekat dengan Allah SWT dalam setiap keadaan.
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal