Santri Pesantren Al Hilal 1 Cililin kembali mengikuti kegiatan muhadhoroh sebagai salah satu wadah untuk mengasah keberanian, kemampuan berbicara di depan umum, serta keterampilan dakwah.

Dalam kegiatan yang biasanya diadakan setiap Ahad malam, para santri mendapatkan kesempatan untuk tampil dan menyampaikan materi di hadapan teman-temannya. Bagi sebagian santri, berdiri di depan banyak orang tentu bukan hal yang mudah. Ada yang masih merasa malu, gugup, bahkan khawatir melakukan kesalahan ketika menyampaikan apa yang telah dipersiapkan.
Namun, justru hal tersebut menjadi bagian penting dari proses belajar. Tidak apa-apa jika masih malu atau gugup. Tidak apa-apa jika sesekali salah. Setiap santri memiliki proses dan waktunya masing-masing untuk membangun rasa ercaya diri.

Melalui muhadhoroh yang dilaksanakan secara rutin, para santri perlahan dibiasakan untuk berani tampil, menyusun materi, menyampaikan gagasan, serta belajar berbicara dengan lebih percaya diri. Dari yang awalnya masih terbata-bata, Insya Allah akan semakin terbiasa seiring dengan bertambahnya pengalaman.
Kemampuan berbicara di depan umum pun bukan hanya bermanfaat untuk kegiatan dakwah. Kelak setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Al Hilal, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal ketika santri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Kemampuan melakukan presentasi, menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan berkomunikasi dengan orang lain merupakan keterampilan yang akan terus dibutuhkan.

Muhadhoroh juga jai salah satu proses untuk membentuk santri yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga berani mengambil peran dan mampu menyampaikan kebaikan kepada orang lain.
Semoga dari setiap rasa gugup dan keberanian yang mereka coba hari ini, tumbuh pribadi-pribadi yang semakin percaya diri, tangguh, dan siap menjadi penyambung kebaikan di tengah masyarakat.
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal