Suasana Ramadhan di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru terasa begitu hidup sejak dini hari. Para santri bangun untuk melaksanakan sahur bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momen sahur bukan hanya tentang makan sebelum berpuasa, tetapi juga menjadi waktu untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat ibadah.
Usai sahur, para santri langsung bersiap melaksanakan Sholat Subuh berjamaah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan imam menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan, menjadi awal hari yang penuh keberkahan.

Kegiatan tidak berhenti setelah sholat. Dilanjutkan dengan Kultum Subuh yang disampaikan secara bergantian oleh para santri. Ini menjadi salah satu program pembinaan yang sangat bermakna. Dengan tampil di depan teman-temannya, para santri dilatih untuk berani berbicara, menyampaikan ilmu, sekaligus memperdalam pemahaman agama. Latihan ini menjadi bekal penting agar kelak mereka siap berdakwah dan berbagi kebaikan di tengah masyarakat.
Setelah kultum, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna bersama, lalu tadarus Al-Qur’an. Setiap santri membaca secara bergiliran, memperbaiki bacaan, dan saling menyimak. Ramadhan benar-benar dimanfaatkan sebagai bulan untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Menariknya, para santri tidak kembali tidur setelah sahur. Waktu pagi diisi dengan berbagai kegiatan positif yang membangun kedisiplinan dan produktivitas. Kebiasaan ini menjadi latihan berharga agar Ramadhan tidak berlalu dengan sia-sia.
Semangat sahur hingga subuh di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru menjadi gambaran bahwa Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan kualitas diri. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengisi waktu dengan ilmu, ibadah, dan pembentukan karakter. Semoga kebiasaan baik ini terus tumbuh dan menjadi bekal kebaikan bagi para santri di masa depan.
Penulis: Indra Rizki
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal