Usai Shalat Maghrib, Santri Pesantren Al Hilal 1 Cililin Belajar Nagham Maqomat Irama Sikah Bersama Ustadz Wifki Fadlullah

Alhamdulillah, suasana malam di Pesantren Al Hilal 1 Cililin kembali diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Pada Selasa, 16 Juni 2026, seusai melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, para santri mengikuti latihan Nagham Maqomat seni membaca Al-Qur’an dengan irama Sikah yang dibimbing langsung oleh Ustadz Wifki Fadlullah.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di lingkungan pesantren. Dengan penuh semangat, para santri menyimak setiap penjelasan yang disampaikan, kemudian mempraktikkan teknik membaca Al-Qur’an menggunakan maqomat Sikah secara bergantian di hadapan pembimbing.

Nagham Maqomat merupakan seni melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan berbagai jenis irama yang indah tanpa mengubah kaidah tajwid maupun makhraj huruf. Salah satu maqomat yang dipelajari kali ini adalah Sikah, yaitu irama yang dikenal memiliki nuansa lembut, khusyuk, dan mampu menyentuh hati para pendengarnya apabila dibawakan dengan baik.

Melalui latihan ini, para santri tidak hanya diajarkan bagaimana memperindah bacaan Al-Qur’an, tetapi juga dilatih untuk menjaga ketepatan tajwid, pengaturan napas, penguasaan nada, serta kepercayaan diri saat melantunkan ayat-ayat Allah SWT. Dengan demikian, bacaan Al-Qur’an tidak hanya terdengar merdu, tetapi juga tetap sesuai dengan kadiah yang benar.

Mempelajari Nagham Maqomat sejak usia dini memiliki banyak manfaat. Pada usia anak dan remaja, kemampuan mengingat, meniru, serta menangkap pola nada masih sangat baik sehingga proses belajar menjadi lebih mudah. Dengan latihan yang istiqomah, kemampuan membaca Al-Qur’an akan terus berkembang sehingga mereka mampu menjadi qari yang baik, membimbing masyarakat dalam membaca Al-Qur’an, bahkan menginspirasi orang lain untuk semakin mencintai Kalamullah.

Pesantren Al Hilal 1 Cililin trus berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada hafalan dan tajwid, tetapi juga memperkenalkan seni membaca Al-Qur’an yang indah sesuai tuntunan syariat. Harapannya, para santri tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang memiliki bacaan yang baik, akhlak yang mulia, serta semangat untuk terus mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Indra Rizki

 

Penulis:

author

Nafisah Samratul

Content Writter at Pesantren al-Hilal

Related Posts

×