Alhamdulillah, aktivitas pagi para santri Pesantren Al Hilal 2 Cibiru kembali diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih keberanian dan kemampuan berkomunikasi. Usai melaksanakan Sholat Subuh dan mengaji, para santri mengikuti kegiatan English Conversation dengan mempraktikkan percakapan sederhana menggunakan bahasa Inggris bersama teman masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, para santri berpasangan dengan teman mereka, kemudian saling bercakap-cakap menggunakan bahasa Inggris. Percakapan dilakukan secara langsung agar para santri terbiasa mendengar, menyusun kalimat, sekaligus mengucapkan kosakata bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari.
Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari pembiasaan bahasa di Pesantren Al Hilal 2 Cibiru. Setelah mengaji Subuh, para santri memiliki program pembiasaan bahasa yang dilakukan secara bergantian, yaitu satu minggu menggunakan bahasa Arab dan satu minggu berikutnya menggunakan bahasa Inggris.
Tidak hanya menjadi kegiatan harian, kemampuan bahasa para santri juga nantinya akan diuji secara berkala. Setiap satu bulan sekali, para santri akan mengikuti ujian bahasa yang dilaksanakan pada awal atau akhir bulan. Dengan demikian, kegiatan percakapan yang dilakukan setiap hari diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi benar-benar membantu santri memahami dan mempraktikkan bahasa yang mereka pelajari.

Menurut Ustadz Yedi, salah satu asatidz Pesantren Al Hilal 2 Cibiru, proses belajar bahasa memang membutuhkan keberanian untuk mencoba. Karena kemampuan berbahasa tidak bisa diperoleh hanya dgn menghafalkan kosakata atau mempelajari teory. Santri perlu berani mencoba, berbicara, melakukan kesalahan, kemudian memperbaikinya secara perlahan.
MOndok di lingkungan pesantren juga bukan berarti hanya berfokus pada pendidikan keagamaan. Pesantren Al Hilal terus berupaya memberikan keseimbangan antara pendidikan agamis dan akademis, termasuk membekali santri dengan kemampuan yang dapat menunjang kehidupan mereka setelah menyelesaikan pendidikan di pondok.
Insya Allah, pembiasaan bahasa Inggris ini akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi para santri, terutama ketika mereka nantinya lulus dari pesantren dan melanjutkan pendidikan maupun memasuki lingkungan yang lebih luas. Karena dari keberanian untuk mencoba itulah, kemampuan mereka akan terus tumbuh dan berkembang.
Penulis:
Nafisah Samratul
Content Writter at Pesantren al-Hilal