Santri Pesantren Al Hilal Melatih Berani dan Percaya Diri Lewat Muhadharah

 

Alhamdulillah, kegiatan muhadharah kembali rutin dilaksanakan di Pesantren Al Hilal 1 Cililin dan Pesantren Al Hilal 2 Cibiru pada 9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam kurikulum pembelajaran santri, yang tidak hanya fokus pada ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Dalam kegiatan ini, para santri berpakaian rapi lalu maju satu per satu ke depan untuk menyampaikan materi di hadapan teman-temannya, seputar keislaman, ilmu pengetahuan, adab, dan lain sebagainya. Kegiatan ini menjadi latihan berharga bagi santri untuk mengasah keberanian dan kepercayaan diri.

Muhadharah memiliki banyak manfaat bagi perkembangan santri. Seperti melatih kemampuan berbicara di depan umum. Mereka belajar menyusun kata, menyampaikan pesan dengan jelas, dan mengatur intonasi suara. Walaupun belum sempurna, tapi keterampilan ini sangat penting, baik dalam kegiatan dakwah maupun kehidupan sehari-hari.

“Awalnya mereka pasti ada rasa gugup dan takut, tapi membangun rasa percaya diri juga perlu waktu. dengan latihan yang rutin, santri juga lama-lama terbiasa dan lebih berani tampil. Ini jadi bekal penting biar mereka tidak ragu dalam menyampaikan kebaikan di tengah masyarakat.” Ujar ustadz Salman, selaku asatidz di Pesantren Al Hilaln 1 Cililin

Ketiga, melatih pola pikir yang terstruktur. Saat menyampaikan materi, santri belajar menyusun ide secara runtut—mulai dari pembukaan, isi, hingga penutup. Hal ini membantu mereka berpikir lebih sistematis dan terarah.

Selain itu, muhadharah juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kesiapan. Setiap santri yang mendapat giliran harus mempersiapkan materi dengan baik, sehingga mereka terbiasa disiplin dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Kegiatan ini juga memperkuat mental santri. Dengan menghadapi rasa gugup dan tetap tampil, mereka belajar mengelola emosi dan membangun keberanian dari dalam diri.

Alhamdulillah, melalui muhadharah yang rutin dilaksanakan, para santri Pesantren Al Hilal tidak hanya tumbuh sebagai penghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai generasi yang siap berdakwah, percaya diri, dan mampu menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Semoga setiap proses belajar ini menjadi bagian dari pembentukan generasi yang berilmu, berani, dan bermanfaat bagi umat.

Penulis: Indra Rizki

Penulis:

author

Nafisah Samratul

Content Writter at Pesantren al-Hilal

Related Posts

×