Close

Wisuda Akbar Tahfidz al-Hilal ke-3

  • Home
  •  / 
  • Berita
  •  / 
  • Wisuda Akbar Tahfidz al-Hilal ke-3

Wisuda Akbar Tahfidz al-Hilal ke-3

Mencetak Generasi Qurani Menjunjung Tinggi Budaya Daerah

Pesantren al-Hilal adalah Panti Asuhan Bandung yang mendidik dan mengasuh anak yatim dan dhuafa.

Tepat di hari Minggu lalu tanggal 29 Desember 2019, Pesantren Al Hilal 2 Cibiru telah selesai menyelenggarakan acara istimewa. Begitu istimewa dan sentimentilnya hingga membuat banyak orang tua wali santri mencucurkan air mata.

Campur aduk antara bahagia, haru, dan bangga atas pencapaian putra-putrinya. Acara ini adalah kegiatan pengakuan, bahwasannya para santri telah berhasil menghafalkan Al Quran Bahkan ada yang mampu menghafal 6 Juz, MasyaAllah…

Prosesi wisuda dimulai dari dipanggilnya peserta wisudawan wisudawati ke atas panggung sesuai dengan hafalan Juz nya, setelah itu dilanjutkan pembacaan surah Al Mulk oleh peserta Wisuda Tahfidz, lalu kemudian penyerahan selendang, bingkisan dan makhkota kepada wisuda tahfidz oleh Pak Hj Nandang selaku ketua yayasan dan pengurus lain.

Dan foto-foto bersama diakhiri dengan sungkeman kepada orangtua oleh peserta wisuda tahfidz diiringi dengan pembacaan puisi yang begitu menyentuh hati, dengan suasana bahagia, haru dan bangga sebagai orangtua.

Bagi sebagian orangtua santri, ketegangan melihat putera puterinya di wisuda, sama rasanya seperti menunggu pengumuman hasil lomba olimpiade dan semacamnya. Mulasnya, deg-degannya.

Semua khusyuk berdoa untuk putra puterinya.. Hanya saja, acara ini terasa jauh lebih emosional. Karena apa? Pertanggungjawabannya langsung kepada Sang Maha Pencipta, Allah Swt…

Acara di mulai dari pukul 09:00 s.d 14:15. Agenda pertama dalam acara ini ialah Instrumen Lengser oleh santri-santriah untuk menyambut Ketua Yayasan serta Pengurus masuk ke Aula dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh santri bernama Sya’ban, kemudian sambutan sambutan dari ketua Yayasan yaitu bapak Hj. Nandang dan ketua pelaksana Ustadz Isef Paozi.

Setelah sambutan yang sekaligus sebagai pembukaan acara di sambung dengan Menanyikan lagu Indonesia Raya oleh santri santriah Al Hilal dan seluruh peserta yang hadir.

Wisuda Akbar Tahfidz al-Hilal ke-3 9

Dari banyak nya acara yang di tampilkan santri-santriah Al Hilal seperti paduan suara, tari saman, pidato sunda, dance Qun Anta, tablig Akbar dan lain sebagainnya, yang paling special dari acara Wisuda Tahfidz Akbar kali ini ialah adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang di support oleh tim dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BMI).

Step by step, itulah yang dilakukan asatidz/asatidzah pesantren Al Hilal 2 Cibiru dalam mendidik para santrinya agar mencintai Al Quran. Dewan Asatidz mengakui bahkan telah membuktikan bahwa kemampuan menghafal Al Quran seorang anak sangat berpengaruh pada kecerdasan intelektual mereka.

Buktinya adalah, para santri yang memiliki prestasi tinggi secara akademis maupun non akademis. Mayoritas yang berprestasi tinggi adalah siswa yang berhasil memenuhi target hafalan Al Quran. Subhanallah.

Inilah awal mula ketika menghafal Al Quran menjadi bagian terpenting dari kehidupan sehari-hari seorang manusia. Saat nilai-nilai Al Quran dijunjung setinggi-tingginya, dijadikan pedoman dalam setiap langkah hidup sampai dibawa mati. Saat ilmu yang terkandung di setiap ayatnya ditelaah dan dipelajari.

Tentu saja menjadikan ilmu Al Quran sebagai bagian terpenting dalam hidup seorang muslim tidak terjadi begitu saja. Perlu ada pengenalan. Menanamkan keyakinan akan kebenarannya.

Membuat anak-anak terpesona pada isinya. Dan tak ada cara yang lebih efektif selain melakukannya secara rutin dan terus menerus serta mengulang hafalan sambil menambahkan satu dua ayat baru setiap harinya. Begitu terus diulang-ulang hingga menjadi rutinitas, menjelma jadi kebiasaan hingga akhirnya membudaya .

Tapi harus diingat, itu semua tidak akan terjadi secara instan. Butuh pengenalan, keteladanan, pembiasaan serta penumbuhan kecintaan terhadap Al Quran.

Anak perlu memiliki pengalaman yang positif secara terus-menerus berinteraksi dengan Al Quran. Karena kecintaan terhadap apapun hanya bisa tumbuh melalui pengalaman yang positif dan menyenangkan, bukan melalui paksaan dan ancaman.

Semoga kelak ketika mereka dewasa, Al Quran-lah yang menjadi panduan jalan hidupnya. Sekian puluh tahun mendatang, mereka yang akan berperan menjadi penerus bangsa ini.

Ketika masa itu tiba, ayat-ayat Al Quran-lah yang akan menuntun mereka dalam menjalankan amanah yang diembannya. Di tangan generasi Qurani inilah, kemakmuran dan keberkahan negeri ini akan terwujud. Aamiin.

Jazakumullah khair kepada semua yang sudah menyisihkan rezekinya, tenaga serta waktunya demi keberlangsungan acara ini.. Semoga kebaikan yang sudah diberikan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda Aamiin Aamiin ya Rabbal’alamiin 😊

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *